Kerajaan Tabukan

Kerajaan Tabukan
I.   Raja Matandatu (1342 - 1402)
Raja Matandatu adalah Putra Raja Bulegalangi Raja ke-III Kerajaan Sangihe.
Kerajaan Tabukan dulunya di sebut Kerajaan Saluhang atau yang di eluh-eluhkan saat Raja Matandatu lagi ke Tabukan. Kerajaan Tabukan adalah Kerajaan yang di bentuk pada jamannya Raja Sangihe ke III yaitu Raja BulegaLangi cucu dari Raja Gumansalangi Raja Sangihe pertama. Kerajaan Tabukan didirikan secara serentak dengan Kerajaan Kendahe waktu itu merupakan dua Kerajaan baru didirikan dan diberikan kepada Generasi Raja Gumansalangi dari Kerajaan Sangihe.

Sebagai Nama Julukkan atau Sasahara dari Kerajaan Tabukan dulu adalah :
- Kerajaan Sesaluhang berpusat di Salurang
- Kerajaan Sahabe berpusat di moade
Nama-nama julukan atau Sasahara tersebut mengartikan Tabukan sebagai suatu kesatuan dari Kerajaan Sangihe yang tak terpisahkan.
Pemekaran Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sangihe yang pertama di tahun 1300an, sbb :
1. Kerajaan Tabukan - Raja Matandatu (1342 - 1402)
2. Kerajaan Kendahe - Raja Balanaung (1343 - 1403)

Kulano atau Pangeran yang di nobatkan sebagai Raja Pertama di Kerajaan Tabukan adalah Raja Matandatu. Raja Matandatu di berikan kuasa melalui penobatannya di Kerajaan Tabukan sebagai Kerajaan yang baru di bentuk dan merupakan kesatuan dari kerajaan Sangihe yang tak bisa di pisahkan. Dalam Penobatannya sebagai Raja, Raja Matandatu berjanji sangat setia dan patuh terhadap Raja Bulegalangi sebagai Pimpinan kekuasaan tertinggi di Kerajaan Sangihe, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta menghormati Ritual para leluhur dari garisan generasi Medelu dan Mekila juga  Raja Pertama Gumansalangi hingga ke para Datuk-datuk Sangihe sebagi Generasinya dari Mekila dan Medelu. Setia menjalankan tugas di masing-masing wilayah Kekuasaan Kerajaannya, dan menjaga seluruh keutuhan Kerajaan Sangihe dan wilayah masing-masing Kerajaan.
Pusat Kekuasaan Pemerintahan Kerajaan Tabukan di pusatkan di Salurang.

Titah Raja sesuai dengan apa yang di amanatkan oleh Raja Pertama Gumansalangi terus kepada Raja Melintasnusa dan Melikunusa kemudian kepada Raja Bulegalangi tetap di berlakukan hingga seterusnya kepada generasi selanjutnya di setiap penobatan Datuk atau Raja di Kerajaan Sangihe.

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Tabukan meliputi :
Salurang/Moade, Sahabe, Kuma, Kuluhe, Peta,  Enemawira, Manalu, Ngalipaeng I, Ngalipaeng II, Sowaeng, Batunderang, Lapango, Bebalang.


Raja-Raja di Kerajaan Tabukan :
I.     Raja Matandatu dari Salurang 1342 - 1402
II.    Raja Pahawonseke dari Sahabe 1402 - 1457
III.   Raja Mamatanusa 1457 - 1512
IV.   Raja Wuatengsemba 1512 - 1567
V.    Raja Gamanbanua Nena 1567 - 1662
VI.   Raja Don Franciscus Rolongsenggo Juda I (1662 - 1672)
VII.  Raja Franciscus Mehengkenglangi 1672 - 1712
VIII. Raja Jacob Markus Dalero 1712 - 1722
IX.    Raja Don Philip Karula 1722 - 1757
X.     Raja David Johan Philip Sani (mawu sinaka)  1757 - 1782
XI.    Raja Hendrik Daniel Paparang Pahawuateng II 1782 - 1785
XII.   Raja Raja Willem Paparang Juda II 1785 - 1847
XIII.  Raja Jacob Nocolaas Paparang Bebesang 1857 - 1851
XIV.  Raja David Paparang Kumuku (mawu nilawu) 1851 - 1892
XV.   Raja Jonathan Papukule Sarapil 1892 - 1922
XVI.  Raja Willem Kahendage Sarapil  1922 - 1929
XVII. Raja Lefinus Israel Macpal 1929 - 1944

IX.    Raja Don Philip Karula 1722 - 1757
         Around 1748 The Raja Was Sickly; From 1748
         The Jogugu (A District Chief)was
         Temporary-Ruler: Jacobus Takalima

XIV.  Raja David Paparang Kumuku (mawu nilawu) 1851 - 1892
         Regent Aghogho Paparang 1880 - 1881
         Regent L.W. Israel Kakomba 1881 - 1882
         Regent Labanasse Manossoh 1882 - 1883
         Regent Manganguling Laihad 1883
         Regent Buli Wuli Janis 1883
         Regent Ansa Dulage 1883 - 1885
         Regent Cornelis Sirih Darea 1885 - 1892



Comments

Kerajaan Sangihe

Kisah Raja - Raja Kerajaan Sangihe

Kerajaan Manganitu

Kerajaan Sangihe

Perayaan Tulude Adat Kerajaan Sangihe

Raja-Raja Sangihe

Adat Keluarga / Family Kerajaan Sangihe

Daftar nama-nama raja Manganitu

Kerajaan Kendahe

Mengenal Adat Istiadat dan Tata Krama di Istana Kerajaan Sangihe